Home Daerah 2 Oknum Polwan Menghina Wartawan Saat Berbelanja Di Supermarket Di Medan

2 Oknum Polwan Menghina Wartawan Saat Berbelanja Di Supermarket Di Medan

10

PIRNAS.COM & PIRNAS.ORG | MEDAN UTARA – Leo Depari yang sehari-harinya berprofesi sebagai wartawan, harus mengalami kejadian pahit saat berbelanja di salah satu pusat perbelanjaan, Jalan Gatot Subroto Medan, Sabtu (28/03/2020).

Pasalnya, saat korban bersama adiknya hendak membayar barang belanjaan, tiba-tiba dua orang wanita yang mengaku sebagai anggota Polwan menghina dan menghardiknya dengan sikap arogan.

“Kata wanita yang mengaku Polwan itu bahwa saya saat belanja tidak menggunakan masker,” ungkap Leo.

Mendengar perkataan itu, Leo pun menjawab bahwa dirinya tidak sakit dan yang memakai masker itu khusus bagi orang yang sakit.

“Sempat aku jawab bahwa uangnya untuk beli masker dari mana? Eh wanita itu malah marah dan berkata Kamu kok bisa belanja, sekarang kamu saya tanya kamu kok bisa belanja?,” ujarnya sembari mengaku aneh dengan sikap wanita itu yang mengurusi belanjaan orang lain.

BACA JUGA :   Surat Klarifikasi Limbah PT.GCS Dan PT.YSR Telah Di Layangkan Oleh KETUA GBNN Medan Belawan

Tak hanya itu, Leo mengaku kondisi di dalam pusat perbelanjaan itu pun semakin panas setelah seorang rekan wanita itu yang juga mengaku Polwan diketahui bertugas di Polsek Percut Seituan, menumbuk kepala Leo dan merusak jam tangan miliknya.

“Karena suasana semakin panas aku bersama adikku bergegas keluar dari pusat perbelanjaan dan mendatangi Polsek Medan Baru untuk mendapat pertolongan karena keselamatan kami sudah terancam,” ujarnya.

Sesampainya di Polsek Medan Baru, Leo menambahkan bahwa wanita yang belakangan mengaku bertugas di Ditkrimsus Polda Sumut mengeluarkan perkataan dengan nada ancaman.

“Awas kau kalau kau ke Polda, mati kau di Polda,” ucapnya menirukan perkataan Polwan itu disaksikan para wartawan yang berada di Polsek Medan Baru.

BACA JUGA :   LSM Pijar Keadilan : Salah Satu Isi Ulang Depot Di Inobonto Diduga Sangat Membahayakan Bagi Masyarakat

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Medan Baru, Iptu Immanuel Ginting, saat di konfirmasi mengatakan bahwa kedua belah pihak telah dijembatani. Namun belum ada yang membuat laporan.

Ditempat terpisah, Ketua Presidium Ind Police Watch Neta, S, Pane saat dikonfirmasi awak media Pirnas mengatakan, Aksi yang di lakukan oleh dua orang oknum personil Polwan di salah satu pusat perbelanjaan di Medan tersebut sangatlah memalukan institusi Polri.

IPW sangat menyayangkan perlakuan dua orang oknum personil polwan yang berada di lokasi perbelanjaan di Kota Medan. Polisi seperti ini harus segera dilaporkan ke propam dan atasannya.

Ancamannya harus diproses secara hukum karena seorang wartawan itu dalam bertugas juga dilindungi UU Pers. Sehingga siapa pun yang mengancam ketenangan wartawan dalam menjalankan tugas tugas jurnalistiknya harus diproses hukum.

BACA JUGA :   Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan (Kemdikbud) Menjawab Adanya Dugaan Kebocoran Sedikitnya 1,3 Juta

Apalagi jika yang mengancam wartawan adalah seorang anggota Polri, jelas ini sebuah tindakan yang sangat memalukan institusi kepolisian. Aksi pengancaman ini menunjukkan bahwa sebagai seorang polisi dia tidak ngerti hukum dan sangat tidak Promoter. Kata Neta

Untuk itu sebelum diproses hukum, propam harus menahan anggota polisi tersebut, anggota Polri seperti itu sangat tidak pantas menjadi polisi karena sangat berbahaya bagi masyarakat dan dia bisa menjadi predator bagi ketentraman masyarakat.

Maka untuk itu Ketua Presidium Ind Police Watch meminta Kapolda Sumut untuk perlu memperhatikan sikap dan perilaku bawahannya, Agar Poldasu terjaga secara promoter dan tidak ada anggotanya yang menjadi predator dalam ketertiban masyarakat”, ungkap Neta Pane.

(Zainal Abidin)

10 COMMENTS

  1. Si ibunya mengingatkan yang benerkok. Itu si leo deparinya aja bego suara garang otak udang. Besok2 pake daster kalo belanja ehh masker

  2. Lah.. kan polwannya bener… kenapa saat pandemi virus ini melanda.. si oknum wartawan gak memakai masker… kan sudah di himbau oleh pemerintah harus pake masker…. menghina dari mana ya? Gak ada kalimat menghina… malahan oknum wartawan itu yg merendahkan dirinya sendiri… disuruh pake masker malah minta di beliin ama tuh polwan.. belanja di supermarket sanggup.. beli masker gak sanggup..?

  3. Bodoh sekali jika harus membela si laki2nya atau wartawan.. Si Ibu Polwan berkata anda kenapa bisa belanja itu karena anda sendiri yang sok memiskinkan diri padahal sering main ke…. mintain… am… Kalau kena corona suruh aja rekan wartawannya yang nolongin..

  4. Ancamannya harus diproses secara hukum karena seorang wartawan itu dalam bertugas juga dilindungi UU Pers. Sehingga siapa pun yang mengancam ketenangan wartawan dalam menjalankan tugas tugas jurnalistiknya harus diproses hukum.

    Beritanya ngeyel… Bertugas apa? Seandainya Tugas wartawan belanja, smw masyarakat juga pengen jd wrtawan kalau shopping doang dianggap tugas…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here