Home Nasional Jamaah Calon Haji Di Sumut Minim Mengajukan Penarikan Dana Pelunasan Haji

Jamaah Calon Haji Di Sumut Minim Mengajukan Penarikan Dana Pelunasan Haji

0
Plt Kakanwil Kemenag Sumut, HM David Saragih bersama Kabid Penyelenggaraan Haji dan Umrah, H Muslim dan Kabid Pakis, HM Azim saat pertemuan dengan wartawan menjelaskan penarikan dana pelunasan haji calhaj Sumut minim.

PIRNAS.ORG | MEDAN – Jamaah calon haji (Calhaj) di Sumut, sangat minim mengajukan penarikan dana pelunasan haji tahun ini.
“Hanya ada 57 orang calhaj yang melakukan pengajuan penarikan pelunasan dana haji,” kata Plt Kakanwil Kemenag Sumut, HM David Saragih Jumat (26/6).

Bersama Kabid Penyelenggaraan Haji dan Umrah, H Muslim dan Kabid Pakis, HM Azim, HM David menyebutkan, permohonan penarikan dana pelunasan haji 1441 H yang keberangkatannya dibatalkan pemerintah sesuai Keputusan Menteri Agama Nomor 494 Tahun 2020 tentang Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji pada Penyelenggaraan Haji Tahun 2020/1441 H, menegaskan bahwa, penarikan dana oleh Calhaj, bukan yang senilai Rp25 juta untuk mendapatkan porsi haji, melainkan biaya pelunasan haji yang berkisar Rp7 juta sesuai Biaya Perjalanan Ibdah Haji (BPIH) tahun berjalan.

BACA JUGA :   AMA : Bagaimana Berdamai Dengan Corona?

“Hak jamaah untuk memohon penarikan pelunasan hajinya karena tahun ini gagal berangkat. Sedangkan prosesnya dilakukan secara berjenjang dari kemenag kabupaten/kota lalu diteruskan ke Kanwil selanjutnya ke Dirjen PHU yang diteruskan ke Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Prosesnya cukup singkat sekitar enam hari kerja”, ungkap David.

Terpisah, Kasi Haji Kantor Kemenag Kota Medan, H Ery Nova ketika dihubungi membenarkan 19 orang jamaah calon haji telah melakukan penarikan dana pelunasan hajinya dan telah diajukan ke Dirjen PHU Kemenag RI diteruskan ke BPKH dan dilanjutkan ke bank penerima setoran.
“Calon jamaah selanjutnya akan mengambil dana di bank tersebut,” ujarnya.

Bahas Madrasah Dan Ponpes
Selain membicarakan tentang haji, pertemuan juga membicarakan persiapan Pondok Pesantren dalam memulai ajaran baru.

BACA JUGA :   Cara Dapatkan Token PLN Gratis Bulan September 2020 di www.pln.co.id dan WA 08122123123

Dimana ciri pesantren adalah peserta didiknya mondok (diasramakan).
Maka, kapan santri akan mulai belajar juga harus didiskusikan lagi bersama Gubernur Sumut pada 1 Juli mendatang.
Hal lain terungkap terkait lahan gedung Madrasah Aliyah Negeri 1 maupun Madrasah Aliyah Negeri 2 Medan yang belum jelas keberadaanya.

Sehingga madrasah ini harus membangun fasilitas sendiri dan menyandarkan pada pendanaan bersama wali murid.

(Lili Suheli/m22)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here