Home Daerah PERATURAN LIBUR OLEH PERUSAHAN PERKEBUNAN SAWIT PT AEP TASIK RAJA DIDUGA ASAL-ASALAN,...

PERATURAN LIBUR OLEH PERUSAHAN PERKEBUNAN SAWIT PT AEP TASIK RAJA DIDUGA ASAL-ASALAN, BUKAN ATURAN PERUSAHAAN

0

PIRNAS.COM & PIRNAS.ORG | LABUSEL – Terkait mewabahnya virus corona atau covid 19 yang melanda termasuk indonesia, salah satu perusahan yang bergerak dibidang perkebunan dan pengolahan kelapa sawit PT AEP Tasik Raja yang terletak di Desa Bukit Tujuh, Kec. Torgamba, Kab. Labuhanbatu Selatan meliburkan sebagian pekerja yang berasal dari luar daerah Rabu, 1 April 2020.

Terkait antisipasi penularan virus covid 19 peruasahan PT AEP Tasik Raja meliburkan pekerja yang berasal dari perkampungan. Anehnya himbauan libur tersebut hanya berlaku kepada orang tertentu atau divisi tertentu, di mana menurut informasi dari warga yg bekerja di perkebunanan tersebut ada sebagian orang yang diperbolehkan bekerja.

“Hanya orang-orang tertentu dan divisi tertentu saja, padahal himbaun tersebut berlaku untuk semua pekerja yang berasal dari perkampungan, aneh kan devisi 5 dan 6 masih mempekerjakan tenaga kerja dari perkampungan dan ditambah lagi keluar masuknya mobil luar melalui pos naga, jadi di mana aturannya” ungkap beberapa pekerja.

BACA JUGA :   KADES PULO JANTAN HINDARI AWAK MEDIA

Masarakat perkampungan yang diperbolehkan bekerja hanya masarakat yang tidak memasuki area perkebunan atau lahan area yang dikerjakan dekat perkampungan.

Ditemukan kejanggalan di mana setiap orang yang bekerja di Perkebunan AEP harus diabsen atau ceklok, artinya orang yang berasal dari kampung harus ke kantor untuk ceklok pagi dan sore.

“Jadi inti aturan yang dibuat untuk pencegahan covid 19 di mana? Diduga aturan ini asal-asalan, selain itu keluar ucapan Samosir asisten devisi 6 untuk tidak mengurusinya ruangan kerjanya saat di jumpai beberapa orang pekerja kampung. Dan menurut penjelasan informasi terpercaya melalui via telefon mengatakan ” orang perkampungan bisa bekerja seperti biasa asal : (1) Mau dan bersedia tinggal di lingkungan perkebunan.( 2 ) Dan bersedia membuat pernyataan tidak boleh pulang sebelum masalah covid 19 benar – benar aman .
Menurut pengamatan media ini peraturan yang di terapkan untuk meliburkan sebahagian pekerja yang berasal dari perkampungan di duga bukan peraturan perusahaan melainkan peraturan yang di buat – buat oleh seseorang
Terkait pekerja perkampungan yang ingin bekerja, perusahaan perkebunan menyediakan dua (2) buah rumah untuk tempat tinggal pekerja yang berasal dari perkampungan kepada media ini melalui via hend phone.dan media ini mencoba menghubungi askep devisi empat, lima dan enam (MARYADI ) melalui pesan whastapp sampai di turunkannya berita ini belom ada tanggapan beliau terkait di liburkannya sebahagian pekerja yang berasal dari perkampungan ,12 orang pekerja dari perkampungan dari sisa yang di pekerjakan berharap jika perusahaan membuat kebijakan ataupun aturan harusnya di berlakukan untuk bersama semua pekerja. ( PHAS ).

BACA JUGA :   Warga Tanami Pohon Pisang Karena Jalan Antar Kabupaten Rusak Parah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here