Home HUKUM Siapapun Dibelakang Pengusaha Yang Merusak Hutan, Harus Diproses Hukum

Siapapun Dibelakang Pengusaha Yang Merusak Hutan, Harus Diproses Hukum

0

PIRNAS.COM | BOLMONG, SULUT – Dugaan pengrusakan Hutan Mangrove oleh salah satu pengusaha yang ada di Kabupaten Bolaang Mongondow yang biasa disapa dengan sapaan Bos Revan harus diproses secara hukum.

Pasalnya belum ada kejelasan tentang Hukum yang dilakukan pengrusak Hutan Mangrove yang ada di Desa Tuyat Kecamatan Lolak Bolmong, malah malahan menyalakan para kepala Desa yang ada.

Informasi yang disampaikan oleh LSM Swara Bogani Rafiq Mokodongan mengatakan, Sutimin dipanggil oleh Revan di salah satu tempat yang ada di Kotamobagu dan ditemani oleh Rafiq, tujuanya mengkonfirmasi tentang pengrusakan Hutan Mangrove yang selama ini tidak pernah bersua. Terjadilah pertemuan antara Revan, Sutimin Tubuon dan Rafiq Mokodongan.

BACA JUGA :   Polsek Pujud Berhasil Amankan Penyalagunaan Narkotika

“Bukannya bicara baik baik malahan mengeluarkan suara suara yang sifatnya memojotkan kepada kami berdua, ternyata pihak Revan di kawal oleh beberapa anggota dari Kepolisian Provost dan anggota BIN beserta beberapa awak media, yang ada di belakang mereka, tak lama kami berdua meninggalkam lokasi tersebut”, tandas Rafiq Mokodongan.

Hal ini ditanggapi dengan serius oleh pihak Ormas yang ada di Bolmong Firdaus  Mokodompit mengatakan, “Apapun yang dikatakan oleh saudara Revan tinggal cuci tangan, Diduga dia adalah salah satu pengrusak Hutan Mangrove yang harus dilindungi oleh Dunia, apalagi yang bersangkutan telah mengobrak abrik Hutan Mangrove dengan alat besar berupa Excavator miliknya ini tidak bisa di biarkan, harus proses Hukum. Kami meminta pihak Polda Sulut agar segera melidik kasus pengrusakan Hutan Mangrove yang di lakukan oleh salah satu Big Bos pengusaha ternama di Bolmong, sekalipun siapa yang ada di belakang Revan tetap proses Hukum berjalan”, Pintah Firdaus Mokodompit.

BACA JUGA :   Oknum Polisi Kedapatan Mengantarkan Benda Diduga Narkoba Jenis Sabu Ke RTP Polrestabes Medan

Sementara Infomasi dari Kepala Desa mengatakan, “Saya keluarkan SKT, untuk pengamanan agar tidak terjadi tumpang tindih kepimilikan bukan untuk tambak dan pembibitan Ikan Bandeng”, kata Kades.

(Agus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here